Puisi ini diihlami oleh sebuah peristiwa pedih semalam. Seorang ibu kandung, memaki anak gadisnya dengan membawa nama kebun binatang. Si gadis manis menangis sembunyi ketakutan.
Pantaskah dia menerima makian menyakitkan, hanya untuk sebuah kesalahan yang mudah diperbaiki?
Hati saya perih dan bertanya ” Mengapa seorang ibu tak mampu menjaga lidah ? Mengapa ia tak bersyukur menerima titipanNYA? “